Oleh: betawikumpul | Oktober 12, 2008

Manaqib Al-Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus

Beliau lahir di Migrab, dekat Hazam, Hadramaut, Datang di Betawi sekitar tahun 1746  M. Berdasarkan cerita, bahwa beliau  wafat di Luar Batang, Betawi tanggal 24  Juni 1756 M. bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 Hijriyah dalam usia lebih dari 30 tahun ( dibawah 40 tahun ). Jadi diduga sewaktu tiba di Betawi  berumur 20 tahun. Habib Husein bin Abubakar Alaydrus memperoleh ilmu tanpa belajar atau dalam istilah Arabnya “ Ilmu Wahbi “ , yaitu pemberian dari Allah tanpa belajar dahulu. Silsilah beliau : Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah  bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath. 

          Habib Husein yang lebih terkenal dengan sebutan Habib Keramat Luar Batang, mempunyai perilaku  “ Aulia “  (para wali) yang di mata umum  seperti ganjil. Seperti keganjilan yang dilakukan  beliau, adalah : 

  1. Habib Husein tiba di Luar Batang,  daerah Pasar Ikan, Jakarta, yang merupakan benteng pertahanan Belanda di Jakarta. Kapal layar yang ditumpangi Habib Husein terdampat didaerah ini, padahal daerah ini tidak boleh dikunjungi orang, maka Habib Husein dan rombongan diusir dengan digiring keluar dari teluk Jakarta. Tidak beberapa lama kemudian Habib Husein  dengan sebuah sekoci terapung-apung dan terdampar kembali di daerah yang dilarang oleh Belanda. Kemudian seorang Betawi membawa Habib Husein dengan menyembunyikannya. Orang Betawi ini pun berguru kepada Habib Husein. Habib Husein membangun Masjid Luar Batang yang masih berdiri hingga sekarang. Orang Betawi ini bernama Haji Abdul Kadir. Makamnya di samping makam Habib Husein yang terletak di samping Masjid Luar Batang.

  1. Habib Husein sering tidak patuh pada Belanda. Sekali Waktu beliau tidak mematuhi larangannya, kemudian ditangkap Belanda dan di penjara di Glodok. Di Tahanan ini Habib Husein kalau siang dia ada di sel, tetapi kalau malam menghilang entah kemana. Sehingga penjaga tahanan (sipir penjara) menjadi takut oleh kejadian ini. Kemudian Habib Husein disuruh pulang, tetapi beliau tidak menghiraukan alias tidak mau pulang, maka Habib Husein dibiarkan saja. Suatu Waktu beliau sendiri yang mau pergi dari penjara.

Sumber dari Buku Menelusuri Silsilah Suci Bani Alawi – Idrus Alwi Almasyhur

Oleh: betawikumpul | Oktober 12, 2008

MAULID TANDA KEGEMBIRAAN UMAT

Dan ketika hampir tiba saatnya kelahiran insan tercinta ini, gema ucapan selamat datang yang hangat berkumandang di langit dan bumi. Hujan kemurahan Ilahi tercurah atas penghuni alam dengan lebatnya,

Lidah malaikat bergemuruh mengumumkan kabar gembira kuasa Alloh menyingkap tabir rahasia tersembunyi, membuat cahaya Nur-Nya terbit sempurna di alam nyata;

 ” CAHAYA MENGUNGGULI SEGENAP CAHAYA “

 Ketetapan-Nya pun terlaksana atas orang pilihan yang ni’mat-Nya disempurnakan bagi mereka; yang menunggu detik-detik kelahirannya; sebagai penghibur pribadinya yang beruntung; dan ikut bergembira mereguk ni’mat berlimpah ini.

 Maka hadirlah dengan taufik Alloh; As-Sayyidah Maryam dan As-sayyidah Asiah, bersama sejumlah bidadari surga yang beroleh kemuliaan agung yang di bagi-bagikan oleh Alloh atas mereka yang di kehendaki.

Dan tibalah saat yang telah di atur Alloh bagi kelahiran (maulud) ini. Maka menyingsinglah fajar keutamaan nan cerah terang benderang menjulang tinggi……

.Dan lahirlah insan pemuji dan terpuji_tunduk khusyu’ di hadapan Alloh,dengan segala penghormatan tulus dan sembah sujud.

demikianlah syair yang ditujukan atas peristiwa di detik-detik kelahiran Nabi Saw yang di gubah oleh Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.

Imam Nawawy Al-Banteny Al-Jawy  didalam kitabnya yang berjudul “Madaarij” menyatakan : “ bahwa orang yang mementingkan aktif didalam peringatan maulid Nabi Muhammad S.a.w. itu adalah dari pada sebesar-besarnya ibadah dengan diisi pembacaan Al-Qur’an, bersedekah, dan menerangkan sejarah kelahiran Nabi S.a.w.

Sabda Nabi S.a.w. :

                                                                                                                                 


“Barang siapa yang membesarkan mauledku akan aku tolong baginya di hari kiamat dan barang siapa yang membelanjakan satu dirham buat peringatan mauledku  seolah-olah membelanjakan satu gunung emas untuk sabilillah”.

Sayyidina Abu Bakar A-Shiddiq R.a. berkata : “Barang siapa yang membelanjakan uang satu dirham buat maulid Nabi maka aku sahabatnya di hari kiamat”.

Sayidina Umar Bin Khattab R.a. berkata : “Barang siapa yang membesarkan mauled Nabi Muhammad S.a.w sesungguhnya orang itu menghidupkan agama Islam”.

Sayidina Ustman Bin Affan R.a. : “Barang siapa yang membelanjakan uang satu dirham buat maulid Nabi S.a.w. maka sesungguhnya orang tersebut seperti hadir di perang Badar dan Hunain”.

Sayidina Ali bin Abi Tholib K.w.h. : ” barang siapa yang membesarkan mauled Nabi Muhammad S.a.w maka apabila mati masuk sorga”.

Imam Syafi’I r.h.m. : “ siapa yang mengumpulkan saudaranya buat hadir di  tempat mauled Nabi S.a.w. lalu menyediakan makanan serta berbuat baik di dalamnya maka orang tersebut di hari kiamat akan di bangkitkan bersama para shidiqin, Syuhada dan Sholihin dan berada di surga An-Na’im. Namun apa penertian maulid itu ?”.

     Maulid secara bahasa berarti adalah hari kelahiran adapun maulid yang biasa kita kenal adalah suatu perayaan/peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad S.a.w. yang di selenggarakan secara berjamaah dibacakan ayat-ayat Alqur’an  dan riwayat hidup kekasih Alloh Nabi Muhammad Saw serta sholawat dan pujian-pujian kepada beliau Saw, dengan maksud mengagungkan martabat Nabi Muhammad SAW dan memperlihatkan kegembiraan Kaum muslimin menyambut kelahiran beliau S.a.w.

Assayid Al-Hafizd Al-musnid Prof.Dr. Muhammad Bin Alwy Al-Maliky Al-Hasaniy mufti Mekkah mengutarakan tentang ja’iznya/bolehnya perayaan atau peringatan maulid Nabi SAW didalam kitabnya yang berjudul “Mafahim Yajibu An Tusahhah” , yang kita sebutkan beberapa diantaranya:

a)    peringatan maulid memantulkan kegembiraan kaum muslimin menyambut junjungan mereka, Nabi Muhammad SAW. bahkan orang kafir pun beroleh manfaat dari sikapnya yang menyambut gembira kelahiran beliau seperti Abu Lahab, misalnya. sebuah hadist didalam Shohih Bukhori menerangkankan, bahwa tiap hari senin Abu Lahab diringankan adzabnya, karena memerdekakan budak perempuannya, tsuwaibah, sebagai tanda kegembiraannya menyambut kelahiran putera saudaranya. ‘abdulloh bin abdulmutholib, yaitu Nabi Muhammad Saw, jadi jika orang kafir saja beroleh manfaat dari kegembiraannya menyambut kelahiran Nabi Muhammad Saw apalagi orang beriman.

b)    Rosululloh S.a.w. sendiri menghormati hari kelahiran beliau, dan bersyukur kepada Alloh S.W.T. atas karunia ni’mat-Nya yang besar itu. Beliau dilahirkan di alam wujud sebagai hamba Alloh yang paling mulia dan sebagai rahmat bagi seluruh wajud. Cara beliau menghormati hari kelahirannya ialah dengan berpuasa. Sebuah Hadist dari Abu Qotadah menuturkan, bahwa ketika Rosululloh S.a.w. ditanya oleh beberapa orang sahabat mengenai puasa beliau tiap hari senin, beliau menjawab: “pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu juga Alloh menurunkan wahyu kepadaku” ( diriwayatkan oleh Muslim  didalam “Shahih”_nya ).

     Puasa yang beliau lakukan itu merupakan cara beliau memperingati hari maulidnya sendiri. Memang tidak berupa perayaan, tetapi makna dan tujuannya adalah sama, yaitu peringatan. Peringatan dapat dilakukan dengan cara berpuasa, dengan memberi makan kepada fihak yang membutuhkan, dengan berkumpul untuk berzikir dan bersholawat, atau dengan menguraikan keagungan perilaku beliau sebagai manusia termulia.

C) pernyataan senang dan gembira menyambut kelahiran Nabi     Muhammad S.a.w. merupakan tuntunan Al_Qur’an. Alloh berfirman: 

 

 

“ Katakanlah :  dengan karunia Alloh dan rahmat_Nya, hendaklah (dengan itu ) mereka bergembira “.  (S. Yunus:58)

Alloh S.W.T memerintahkan kita bergembira atas rahmat_Nya, dan Nabi Muhammad S.a.w. jelas merupakan rahmat terbesar bagi kita dan alam semesta :

 

 

 “Dan kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta “ . (S. Al_Anbiya : 107).

D)    Memuliakan Rosululloh S.a.w. adalah ketentuan syari’at yang wajib dipenuhi. Memperingati ulang tahun kelahiran beliau dengan memperlihatkan kegembiraan, menyelenggarakan walimah, mengumpulkan jama’ah untuk berzikir mengingat beliau, menyantuni kaum fakir miskin dan amal-amal kebajikan lainnya adalah bagian dari cara kita menghormati dan memuliakan beliau. Itu semua menunjukan pula betapa betapa besar kegembiraan dan perasaan syukur kita kepada Alloh atas hidayat yang dilimpahkan kepada kita melalui seorang Nabi dan Rosul pilihan-Nya.

E)    Perayaan atau peringatan maulid Nabi dipandang baik oleh para ulama dan kaum muslimin di semua negri, dan diadakan oleh mereka. Menurut kai’dah hukum syara’ kegiatan demikian itu adalah Mathlub syar’an ( menjadi tuntutan syara’ ). Hadist mauquf dari Ibnu Mas’ud R.a. megaskan : “ apa yang di pandang baik oleh kaum muslimin, di sisi Alloh itu adalah baik, dan apa yang di pandang buruk oleh kaum muslimin, disisi Alloh itu adalah buruk “ (Hadist di keluarkan oleh Imam Ahmad).

BEBERAPA PANDANGAN PARA ULAMA MENGENAI MAULID.

•    Telah berkata Sulthanul-‘Arifin Jalaluddin as-Sayuthi dalam kitabnya berjudul “al-Wasaail fi syarhisy Syamaail”:- “Tidak ada sebuah rumah atau masjid atau tempat yang dibacakan padanya Mawlidin Nabi s.a.w. melainkan akan dikitari/dikelilingi/diselubungi tempat itu oleh para malaikat akan ahli yang hadir di tempat tersebut serta dirantai mereka oleh Allah dengan rahmat. Para malaikat yang diselubungi/diliputi/dikalungi cahaya yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Qarbail, ‘Aynail, ash-Shaafun, al-Haafun dan al-Karubiyyun, maka bahwasanya mereka berdoa bagi siapa-siapa  yang menjadi sebab untuk pembacaan Mawlidin Nabi s.a.w. “

Imam as-Sayuthi berkata: “Tidak ada seseorang Islam yang      diperbacakan dalam rumahnya akan Mawlidin Nabi s.a.w. melainkan diangkat Allah kemarau, wabah, kebakaran, malapetaka, bala bencana, kesengsaraan, permusuhan, hasad dengki, kejahatan ‘ain (sihir pandangan) dan kecurian daripada ahli rumah tersebut, maka apabila dia mati, Allah akan mempermudahkan atasnya menjawab soal  Munkar dan Nakir dan adalah dia ditempatkan pada kedudukan as-Shidq di sisi Allah Raja yang Maha Berkuasa.”

Mungkin ada yang bertanya kenapa ada orang baca mawlid tetapi masih menerima malapetaka dan bencana. Apa mau dikata, bahkan para Nabi pun mendapat musibah duniawi sebagai ujian daripada Allah s.w.t., karena semuanya berlaku atas kehendak Allah semata-mata. namun musibah duniawi adalah ringan dibanding musibah berbentuk maknawi. Keselamatan dari musibah maknawi ini yang diutamakan, biar rumah kita dicuri asalkan iman dan kesabaran serta tawakkal kita pada Allah tidak turut dicuri . Mungkin juga Allah belum menerima amalan kita, sehingga  tidak menjadi sebab mendapat rahmat Allah tersebut, oleh itu teruskan usaha dan tingkatkan amal. Yakin kepada kemurahan Allah yang tiada terbatas dan carilah syafaat daripada Junjungan s.a.w.

Lebih lanjut Imam jalaluddin As-suyuty menjelaskan dalam risalahnya yang berjudul “Husnul-Maqosid fi A’malil-Maulid : “orang pertama yang menyelenggarakan peringatan maulid Nabi SAW ialah Sultan Al-Mudzaffar, penguasa arbil (suatu tempat di Iraq sebelah timur / selatan kota mausil).peringatan tersebut dihadiri oleh para ulama terkemuka dan orang-orang sholeh dari kaum sufi. tiap tahun Al-Mudzaffar mengeluarkan biaya sebesar 300.000 dinar untuk peringatan maulid, dengan niat semata-mata untuk taqorrub kepada Alloh SWT Menurut kenyataan, tak seorang pun dari ulama dan orang-orang saleh yang hadir dalam peringatan itu mengingkari kebajikan dan fadilah peringatan maulid, bahkan semua merestui  dan memuji prakarsa Sultan Mudzaffar, atas permintaan Sultan Mudzaffar, Ibnu Dahyah menulis sebuah kitab khusus mengenai maulid Nabi SAW dengan judul: “At-Tanwir fi Maulid Al-Basyir An-Nazdir”. kitab itu ditulis pada tahun 604 H. dan ternyata diakui kebaikannya oleh para ulama pada masa itu.

•    Syaikh DhiyaUddin Ahmad bin Sa`id ad-Darini dalam kitabnya ” Thaharatul Qulub wal Khudu’ li Allamil Ghuyub ” menulis antara lain:-

Mengingat atau memuji-muji Junjungan Nabi s.a.w. akan menambahkan keimanan, menerangi hati dan menyingkap rahasia kebijaksanaan Tuhan. Allah s.w.t. telah menetapkan cinta kepada Junjungan Nabi s.a.w. sebagai syarat untuk mencintai-Nya dan taat kepada-Nya sebagai ukuran kepatuhan kepada-Nya. Mengingat Junjungan Nabi s.a.w. juga berhubungan dengan mengingat Allah s.w.t. sebagaimana bai’ah kepada Junjungan Nabi s.a.w. juga berkait dengan bai’ah kepada-Nya.

•    Sayyidisy-Syaikh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi dalam kitabnya “I`anatuth-Tholibin” jilid 3 halaman  414 menyatakan antara lain:-

Telah berkata Imam al-Hasan al-Bashri qaddasaAllahu sirrah: “Aku berikan jika ada padaku seumpama gunung Uhud emas untuk kunafkahkan atas pembacaan mawlid ar-Rasul.”

Telah berkata Imam al-Junaidi al-Baghdadi rhm.: “barang siapa yang hadir mawlid ar-Rasul dan membesarkan derajat baginda, maka telah sempurna imannya.”

Telah berkata Syaikh Ma’ruuf al-Karkhi qds.: “barang siapa  yang menyediakan untuk pembacaan mawlid ar-Rasul akan makanan, menghimpunkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu-lampu, berpakaian baru, berwangi-wangian, berhias-hias, demi membesarkan mawlid Junjungan s.a.w., niscaya dia akan dihimpunkan oleh Allah ta`ala pada hari kiamat bersama-sama kumpulan pertama daripada para nabi dan jadilah dia berada pada derajat yang tinggi di syurga. Dan barang siapa yang telah membaca mawlid ar-Rasul s.a.w. di atas dirham-dirham perak atau emas, dan mencampurkannya bersama dirham-dirham lain, maka akan turun keberkahan dan tidaklah akan miskin pemiliknya serta tidak akan kosong tangannya dengan berkah mawlid ar-Rasul s.a.w.” Seterusnya Sidi Syatha dalam “I`anatuth-Tholibin” menyambung:-

Dan telah berkata al-Imam al-Yafi`i al-Yamani (sesetengah kitab tersilap cetak di mana huruf “ya” berubah kepada “syin” menyebabkan perkataan ini dinisbahkan kepada Imam asy-Syafi`i):- “barang siapa yang menghimpunkan untuk Mawlidin Nabi s.a.w. saudara-saudaranya, menyediakan makanan dan tempat serta berbuat ihsan sehingga menjadi sebab untuk pembacaan Mawlidir Rasul s.a.w., dia akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat berserta dengan para shiddiqin, syuhada` dan sholihin serta dimasukkan dia ke dalam syurga-syurga yang penuh keni’matan.”

•    Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya “al-Mawlid asy-Syarif al-Mu`adzdzham”, Syaikh Ibnu Zahira al-Hanafi dalam “al-Jami’ al-Lathif fi Fasl Makkah wa ahliha”, ad-Diyabakri dalam “Tarikh al-Khamis” dan Syaikh an-Nahrawali dalam “al-I’lam bi a’lami Bait Allah al-haram”, menulis senario sambutan Mawlid Nabi s.a.w. di Makkah seperti berikut:-

Setiap tahun tanggal 12 Rabi`ul Awwal, selepas sembahyang Maghrib, keempat-empat qadhi Makkah (yang mewakili mazhab yang empat) bersama-sama orang banyak termasuk segala fuqaha, fudhala` (orang kenamaan) Makkah, syaikh-syaikh, guru-guru zawiyah dan murid-murid mereka, ru`asa’ (penguasa-penguasa), muta`ammamin (ulama-ulama) keluar meninggalkan Masjidil Haram untuk pergi bersama-sama menziarahi tempat Junjungan Nabi s.a.w. dilahirkan. Mereka berarak dengan maelantunkan zikir dan tahlil. Rumah-rumah di Makkah diterangi cahaya pelita dan lilin. Orang yang turut serta amat banyak dengan berpakaian indah serta membawa anak-anak mereka. Setiba di tempat kelahiran tersebut, ceramah yang berkaitan  Mawlidin Nabi disampaikan, serta kebesaran, kemuliaan dan mu’jizat Junjungan diceritakan. Setelah itu, doa untuk Sultan, Amir Makkah dan Qadhi Syafi`i dibacakan dengan penuh khusyu’ dan khudu`. Setelah hampir waktu Isya`, barulah mereka berarak semula pulang ke Masjidil Haram untuk menunaikan sholat Isya`.

•    Imamul Mujtahiddin Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “kemulian hari mauled Nabi Muhammad S.a.w. dan diperingatinya secara berkala (berlanjut) sebagaimana yang di lakukan kaum muslimin tentu mendatangkan pahala besar, mengingat maksud dan tujuannya yang sangat baik, yaitu menghormati dan memuliakan kebesaran Nabi dan Rosul pembawa hidayat bagi semua ummat manusia”.  

Ringkasannya peringatan maulid Nabi adalah kegiatan yang sangat baik dan bermanfaat, karena itu kesempatan itu wajib digunakan untuk tujuan-tujuan yang baik. Lalu penyelenggaraan peringatan maulid tidak harus tepat pada tanggal 12 Rabi”ul awal dan tidak harus tepat pada hari senin, meskipun tanggal dan hari itu lebih afdhol. peringatan maulid dapat di lakukan kapan saja mengingat syari’at islam sama sekali tidak melarang bahkan menganjurkan serta memandangnya sebagai kebajikan yang perlu dilestarikan pengamalannya, karena besarnya manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut, baik bagi kepentingan agama islam maupun bagi kepentingan kaum muslimin.

Wallohu A’lam Bi As-Shoab.

Sumber : “Al-Bayan Asyaafii Fi Mafahim Al-Khilaafii “ As-Sayyid  Muhammad bin Husein Al-Hamid Al-Husain

Oleh: betawikumpul | Oktober 12, 2008

SEMUA INI GARA-GARA MR

Dalam menyambut dan sebagai tanda syukur al faqir atas hari kelahiran Guru Mulia Al Habib Munzir Al Musawa, MAKA…
Sekilas disini al faqir kan menceritakan betapa keberkahan Habibana Munzir dan kekeutan majelis dzikir serat majelis shalawat telah memberi perubahan yang berarti bagi al faqir.

Semoga niat al faqir dalam menceritakan ini lurus sehingga tak ada riya dalam hati.
Semoga cerita ini dapat dimaklumi jika sedikit
” mengotori” situs mulia ini.
Sungguh hal ini al faqir sampaikan atas dasar syukur kehadirat ALLAH SWT yang menganugerahkan hidayah sehingga dapat bergabung dengan majelis mulia ini.
Jika Allah berkehendak semoga cerita ini bermanfaat bagi mereka yang belum menikmati dan termuliakan dalam majelis ini.
Jika muncul pengingkaran atas keberkahan dzikir dan shalawat dari sebagian saudara muslimin maka mungkin cerita al faqir insya allah menjadikan “sedikit nasehat” bagi mereka.Sebenarnya al faqir malu dan kurang pantas untuk menceritakan sedikit ibadah yang jauh kesempurnaan ini.

“TENTU SAJA SAYA MENYERAHKAN KEBIJAKAN KEPADA AL HABIB, JIKA SAJA CERITA INI BELUM LAYAK DAN KURANG PANTAS DI TAMPILKAN, MAKA AL FAQIR MAKLUM ADANYA”

____________ _________ _________ _________ _________ _______
Sebelumnya bergabung dengan majelis mulia ini hari hari saya selalu dan terus di isi dengan hal yang sia sia belaka.
Idolaku adalah mereka kaum barat dengan musik keras yang penuh umpatan sumpah serapah sebut saja (maaf) limp bizkit/korn/ linkinpark/ metallica/ disturbed dan banyak band aliran keras lainya.Setiap hari tak luput satu dan beberapa kaset dari mereka saya dengar, dengan berteriak teriak memecah telinga yang tentu saja mengganggu tetangga.Moto saya waktu itu <tiada hari tanpa musik rock >, sehingga bangun tidur, akan tidur dan setiap saat selalu memperdengarkan mereka itu.

Suatu ketika salah satu grup band barat itu manggung di indonesia sekitar tahun 2004 saya dengan semangat membeli tiket yang seharga rp 300.000.- (coba jika disedekahkan) yang jika ditotal hingga rp 500.000.- atau rp 600.000.-.Bagi orang lain mungkin jumlah ini adalah tidak terlalu besar akan tetapi bagi saya merupakan jumlah yang lumayan dan perlu beberapa bulan unutk mengumpulkannya, namun demi idola saya waktu itu maka sia sia uang itu.Acara sedianya di mulai pukul 16.30 sore akan tetapi pukul 08.00 pagi saya sudah stand by di pintu masuk (maka hilanglah semua shalatku di hari itu) demi melihat langsung idola yang tidak pernah mengenal bersujud kepada Allah.

Malam hari yang mulia, yaitu malam jum’at yang seharusnya di isi dengan majelis taklim dan yasin, tapi saya malah asyik dengan acara salah satu stasion radio yang memutar lagu rock barat dua jam penuh.Dan selalu saya dengarkan dengan volume yang kencang memecah telinga.Sampai ada tetangga koz bilang “Ini kan malam jum’at!Jangan berisik!Kamu ini orang islam bukan sih!” sambil dia mematikan radio saya.Dalam hati kelam saya “Emang siapa sih elo? kyai bukan ! ustad juga bukan ! sok nasehati !!! Lalu dengan bangga saya nyalakn lagi radio itu dengan suara lebih keras.demikian malam keberkahan itu terleawtkan begitu saja dengan hal yang di murkai Allah.

Disetiap sudut kamar di sini dan di kampung dipenuhi dengan poster wajah idola yang membawa mudharat itu, hampir hampir tak terlihat dinding kamar karena terlalu penuh dengan poster mereka ( Apa gunanya idola semacam ini?)Lebih buruknya lagi saya mengarahkan adik saya satu satunya untuk mengikuti jalan saya, beridolakan kaum kuffar itu.

Penampilan saya ga kalah british mulai dari hitam baju idola kuffar itu dan kalung melingkar dileher, dengan gelang sederet di tangan bahkan pergi keluar rumah jarang memakai baju hanya dengan bertelanjang dada.ASTAGHFIRULLAH !!

Dahulu belum mengenal yang namanya shalawat yang indah itu, setiap hari hanya disibukan dengan menghapal bait bait lagu kaum barat sehingga di saku baju atau celana pasti ada teks lagu yang kasar kasar itu.
Terlebih lagi masalah adab orang tua..
betapa sering hati mereka teriris dan sakit hati kecewa atas perkataan kasar dan tingkah laku saya.Bicara dengan keras dan membentak dan tanpa adab sedikit pun terhadap orang tua, apalagi kepada ibu air susu beliau di balas dengan air tuba.

Di malam minggunya di habiskan dengan jalan bareng dan bergaul dengan teman lawan jenis tanpa tutup aurat dengan pakaian anak muda jaman sekarang, membicarakan aib orang, dan terjerumus dalam jurang kemaksiatan dosa.
Naudzubillah

Sholat pun sedapatnya saja dengan sholat sistem KILAT KHUSUS itupun dengan pakaian yang seadanya juga.Misalkan hadir di mushola itu juga dengan keterbatasan bentuk ibadah, hanya berpakain kaos olahraga, tanpa peci, dan buru buru kabur setelah salam.

Demikian hari hari terdahulu al faqir yang kelam…

Lalu….
Suatu ketika al faqir sholat isya di mushola, berkata Pak Haji yang sudah almarhum (semoga allah angkat derajat beliau) Kamu ga ikut taklim? (taklim b’da isya hari senin) saya berpikir entah kenapa hari itu saya iseng hadir taklim di mushola dengan mengajarkan beberapa kitab melayu Karangan Mufti Betawi Al habib usman bin yahya, yang dibagikan secara sukarela oleh Ustad Ahamad Effendy.Mulai saat itu saya tertarik untuk selalu hadir..

Beberapa hari kemudian, selepas maghrib saya tanpa sengaja melihat salah seorang jamaah mushola memakai jaket bertuliskan MAJELIS RASULULLAH SAW, dalam hati saya majelis apa ini, jaketnya kok bagus dan saya berkeinginan membeli jaket itu dan harus beli.Untuk apa? hanya sekedar untuk gaya gayaan!Selang beberapa bulan saya dapat hadir di majelis rasulullah saw, berkat dapat kenalan dari teman kampung yang sudah serig hadir di MR.Hati saya mulai merasa ada sesuatu yang selama ini belum pernah kurasakan.terasa damai dan tenang ketika dilantunkan shalawat dan mendengar ceramah dari habibana.Sejak itu saya mulai sering hadir di majelis rasulullah saw namun begitu kebiasaan lama saya belum terkikis habis masih sering terperangkap jurang maksiat dan dosa.

Tapi allah Maha Pengampun segala dosa, samapi segala hal yang sia sia itu sedikit demi sdikit muali terkikis dan saya tinggalkan.Saya berpindah kos dan mencari lingkungan baru, untuk mengurangi frekuensi bertemu dengan teman yang dalam ghaflah itu,tetapi kos saya masih di sekitar Mushola.Kalung serta gelang itu satu persatu saya lepaskan.Dan puluhan kaset lagu barat itu seakan berjamur karena jarang bahkan tidak pernah saya putar lagi.Sekarang lebih asyik dengan mendengar beberapa kaset shalawat dan maulid serta ceramah dari habibana dan dari majelis shalawat lain.Bahkan tak lengkap jika akan tidur dan bangun tidur sebelum mendengar maulid Karangan Al Habib Umar Bin Hafidz.

Setiap hari senin insya allah saya hadir selalu dan insaya Allah termuliakan dalam cahaya shalawat majelis rasulullah saw.Dengan terlebih dahulu ba’da isya hadir dalam majelis di mushola, yang berat untuk di tinggalkan karena bagaimanapun ustad yang mengajar di mushola adalah guru pertama saya.
Dan terasa segan untuk melewatkan majelis di nushola ini karena segala sesuatu persiapan sebelum taklim alhamdulillah saya yang memepersiapkan dari yang baca shalawat ( ROCKER ITU MENCOBA MELANTUNKAN BAIT BAIT SHALAWAT ) puji syukur BISA !!, saya juga membantu mengatur meja taklim, menyiapkan hidangan selepas taklim.Setelah itu saya baru meluncur ke masjid Al Munawar.Ini majelis yang saya wajibkan hadir padanya, walau dalam keadaan apapun, tak jarang saya pulang dengan berjalan kaki dari al munawar sampai koz (TEBET BARAT DEKAT RUMAH SUSUN)hal ini karena kecintaan akan majelis ini.

Dan Insya allah takkan kan ada malam jum’at yang tersiakan karena ba’da maghrib terisi dengan majelis yasin di mushola yang alhamdulillah kesemuanya saya turut membantu mulai dari membagi yasin, menyiapkan hidangan sampai membersihkan selepas acara.Semua itu adalah karunia allah dan kehendakNYA, SUBHANALLAH !! yang sebelumnya sangat jauh dari hal seperti ini namun justru MENJADI PECINTA.Alhamdulill ah setiap hari terdapat banyak taklim di daerah saya (TEBET BARAT), yang dapat saya hadiri.

Di hari sabtunya disibukkan dengan jadwal pengajian ada yang ba’da shubuh, lalu pada waktu dhuha, ba’da ashar di kediaman Al Habib Ali Assegaf, ba’da maghrib di masjid Rusun tebet barat selepas itu bergabung dengan para pecinta sayyidina muhammad saw di MR untuk tabligh akbar dan ziarah.Gampar poster yang dahulu terpajang di kamar kos di sini dan di kampung, saya copot dan langsung di bakar.Tergantikan dengan wajah sejuk nan berwibawa para guru dan habaib.
Dalam saku baju dan celana tak kan ada lagi teks lagu lagu kaum kuffar itu yang tersisa tinggalah siwak, minyak wangi sulthon, dan tasbih kecil.Hari haripun saya ushakan terjaga dalam wudhu seperti yang sering habibana sampaikan.

Saya bersyukur, Allah jadikan saya tinggal di tebet barat ini yang sarat dengan habaib, kyai dan ustad.Sehingga dapat menggali ilmu setiap waktu.
DAN…Alhadulillah adik saya juga mulai berbenah mengikuti kakaknya ini yang sebenarnya masih jauh dari sempurnanya nilai ibadah.Mulai meninggalkan hal yang sia belaka dan berusaha membuktikan cinta atas nabi SAW dengan terus berproses memperbaiki diri.

MAHA BESAR ENGKAU YA ALLAH
YANG TERUS MEMBERI KEMUDAHAN BAGI HAMBANYA UNTUK KELUAR DARI JURANG DOSA MENUJU PINTU AMPUNAN DAN SAMUDERA KERIDHAAN MU.

Oleh: betawikumpul | Oktober 12, 2008

Subhanallah…..PUSAKA itu ternyata Al – Qur’an

          Assalamualaikum Wr Wb
 
                   Semalam Habibana memberikan tausiyah dan menceritakan perkembangan dakwah di papua,
dalam ceritanya selama di papua beliau menyampaikan bahwa ada PUSAKA yang disimpan dalam kotak dan dijaga oleh warga Asli, pusaka tersebut merupakan warisan nenek moyang mereka yang sudah dijaga selama Ratusan tahun dan tidak pernah di buka.
SUBHANALLAH……!,,,ternyata pusaka yang tersimpan di dalam kotak tersebut yang di jaga oleh orang yang kita tahu adalah orang yang tidak beragama ( animisme ) dan ada juga yang nashoro adalah Kitabullah Al – Qur’anul Karim,,…subhanallah…Subhanallah…
Akhirnya kembalilah orang-orang tersebut kedalam Islam……
Pusaka yang mereka jaga secara turun menurun selama ratusan tahun kini membawa mereka kepada kebenaran Ilahi dalam Islam, …..
Ya ALLAH…Ya Rabb….
Lindungilah muslimin di papua….
Berikanlah mereka kekuatan dalam berdakwah…..
Tebarkanlah hidayahmu pada mereka2 yang belum mengenal islam…..
Ya ALLAH…Ya Rabb….
Jadikanlah papua serambi madinah…….
Jadikanlah papua bumi Islam…
 
Wassalamualaikum Wr Wb
afwan : bila ada salah ketik
Karung Dosa

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.